Testimoni Baru Vitacov November 2020

 

Ketika covid menyapa

 cerita oleh ervin hidayati

Sampai sekarang, masih belum bisa menjelaskan pada setiap orang yang bertanya, kena di mana? Kenapa bisa kena? Karena buat saya, semua itu terjadi begitu saja. Tanpa tahu, kapan dan di mana.

 
9 hari menemani mamah yang opname di RS , memang cukup membuat badan sangat lelah. Barangkali inilah yang menjadi pemicu, si virus ini masuk. Kondisi badan yg kelelahan, otomatis imun tubuh juga turun.

 
Hari itu, senin, 2 November, 3 hari setelah di rumah. Tiba-tiba badan kurang enak, suhu tubuh sekitar 37 derajat. Agak pilek ringan. Hanya yang berbeda, kepala pusing dan berat. Badan lemas. Mulai dzuhur, indra penciuman berkurang, hingga lama-lama di malam hari, sdh sama sekali tdk bisa mencium apapun.

 
Akhirnya, mulai selasa pagi, saya isolasi mandiri. Sempat rapid tes mandiri, hasil non reaktif. Sejak selasa itu, sdh mulai aneka dopping di minum (nanti saya tuliskan rinciannya). Dan yang paling penting, mengkondisikan bahwa kemungkinan besar saya sdh terpapar covid, kemudian berusaha pasrah, ikhlas, apapun itu, insyaAllah, minta sama Allah swt yg Maha Menyembuhkan.
Mulailah memutar ruqyah covid, membaca AlFatihah dan mengusapnya ke dada dg keyakinan insyaAllah apapun penyakitnya, akan Allah swt sembuhkan. Berusaha memaksa diri rileks, tenang, ridha, dan bahagiaaaa...(krn akhirnya bisa me time dan istirahat banyak).

 
Rabu, saya dan suami di swab. Hasilnya suami negatif dan saya positif covid.
Akhirnya, harus meng-evakuasi mamah ke rumah adik di luar kota, karena termasuk kategori komorbid. Kemudian lanjut konsultasi dokter via wa dan VC, lalu lapor ke pengurus RT, krn covid ini bukan lagi penyakit perorangan, tp sudah menjadi wabah menular, sehingga kita harus bisa bekerja sama dengan lingkungan sekitar, agar tidak menyebar dan juga tidak panik.

 
Gejala yang saya alami, termasuk ringan. Dan tidak ada sesak. Hanya ketika mengambil nafas dalam, maka terasa ada yang menahan, sehingga terstimulasi untuk batuk. Mulai hari ke 7-8 isolasi, ada batuk berdahak, namun ringan dan jarang. Saya juga menyiapkan tabung oksigen, dan bila tenggorokan terasa tidak nyaman, krn dahak terasa menempel, saya pakai oksigen hanya 5-10 menit. Setelah itu terasa lebih nyaman. Karena termasuk gejala ringan, isolasi mandiri dilakukan secara ketat di rumah (kamar lt.2). Dengan terapi obat dan pengawasan dokter.

 
Di hari-hari isolasi berikutnya, saya merasa gejala berkurang dan semakin nyaman. Tidur juga nyenyak, Alhamdulillah. Hingga hari ke 15 isolasi, yang tersisa batuk ringan dan sangat jarang.
Kemudian swab ke-2 (Terima kasih bantuannya mba
Paramitha Messayu
) dan Alhamdulillah dinyatakan NEGATIF. Sujud syukur kepada Allah swt, krn telah mengangkat penyakit covid ini dan akhirnya bisa melewatinya dengan lancar. Semua karena doa, support yang luar biasa dari suami, anak, keluarga, sahabat, tetangga sekitar rumah, termasuk sahabat FB. Jazakumullah khairan katsira.

 
Saat ini saya harus menjalani isolasi mandiri minimal sepekan ke depan, untuk masa pemulihan. Alhamdulillah wa syukurillah.
Berikut ini beberapa usaha yang saya lakukan dalam proses penyembuhan. semoga bermanfaat.

 
1. Berusaha berfikir positif (yakin Allah swt akan memberikan kesembuhan), menjaga tetap ikhlas-ridha krn ini sdh menjadi takdir. Dari sekian banyak orang, kenapa kena ke saya, yang selama ini sangat menjaga prokes. Ya..itu kehendak Allah swt. InsyaAllah ada banyak hikmah dan semoga menjadi penggugur dosa-dosa. Ingat ya, optimis adalah bagian dari obat covid.

 
2. Berusaha bahagia dan penuhi dg cinta. Bayangkan suami dan anak kita yg sangat perhatian, mengurusi semua kebutuhan kita. Ingat sahabat, tetangga yang tak henti memberi support dan doa lewat wa, vc, bahkan kiriman makanan, vitamin yang deras setiap hari dikirimkan ke rumah atau digantungkan di pagar, semua itu membuat hati lebih bahagia. Bahkan katering untuk saya sekeluarga selama masa isolasi pun disiapkan. MasyaAllah. Jazakumullah khairan katsira 🙏💞

 
3. Jangan takut, jangan bayangkan yang ngeri-ngeri, jangan banyak baca yang bisa membuat down. Jaga psikis kita sendiri.

 
4. Banyak makan sayur, buah-buah yang tidak terlalu manis (apel, pir, jeruk, buah naga), kurangi karbo dan perbanyak protein (ikan, ayam, telur, tempe tahu, daging)

 
5. Minum sari buah probiotik rutin. Dan ini membuat buang air menjadi lancar. Juga mengobati virus yang mungkin bersarang di saluran cerna.

 
6. Banyak minum air hangat, terutama dengan perasan lemon.

 
7. Siapkan kayu putih utk di oles kapanpun, di hirup dan di uap (gelas dg air panas, masukkan beberapa tetes kayu putih, lalu hirup). Kayu putih mengandung anti virus dan memudahkan mengeluarkan dahak juga melegakan pernafasan.

 
8. Minum madu pahit. Di awal isolasi, saya terus meminum madu manis di campur lemon dan air hangat. Di akhir2 isolasi, berganti ke madu pahit dan propolis kiriman seorang sahabat.

 
9. Mendapat obat dari dokter : anti virus, vitamin dosis tinggi dan antibiotik.
10. BERJEMUR. Ini ritual wajib di pagi hari, sekitar jam 8-9.30 tapi cukup 15-20 menit saja. Terutama bagian punggung dan dada.

 
11. Saya juga mengkonsumsi vitamin Mega Imun produksi RS Holistik. Juga vitacov dan ramuan pinang.

 
12. Buka tirai kamar dan jendela. Buat sirkulasi yang bagus utk udara dan sinar matahari di kamar. Matikan AC. Cukup kipas utk memutar pergantian udara.

 
13. Bila ingin mengeluarkan dahak atau terasa nafas agak sesak, bisa di coba dengan posisi bersujud. Kepala lebih rendah dari dada (paru-paru). Maka, posisi ini akan membantu melegakan.

 
14. Di masa pemulihan ini, saya coba shaum sunnah. Alhamdulillah batuknya menjadi jauh sangat berkurang (hampir tidak ada). Dan badan lebih segar.

 
15. Penanganan lebih awal, jauh lebih baik dan terhindar dari resiko gejala berat.

 
16. Kuatkan hubungan dengan Allah swt, banyak istighfar, tilawah, karena covid ini adalah makhluk Allah swt, jadi kita hanya meminta kesembuhan dariNya.

 
Buat yang sehat wal afiat, jangan abai dengan prokes. Tetap hindari kerumunan, jaga jarak aman, pakai masker standar kesehatan, rajin cuci tangan, jaga kondisi badan jangan terlalu capek atau stress, jaga pola tidur juga.

 
Semoga Allah swt selalu memberikan kesehatan pada kita dan keluarga semua. Dan semoga memberikan kesembuhan yang sempurna pada para pasien covid yang sedang berjuang untuk sehat.

 
Aamiin.
Salam sehat!
*Hadiah Anniv. Ke-21, di uji dengan covid, MasyaAllah...
 

Sumber: https://www.facebook.com/ervin.hidayati/posts/10158759957722641 
Cerita tanpa diedit oleh Ervin Hidayati